Komite Audit

Komite Audit

Perseroan membentuk Komite Audit untuk membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan memastikan implementasi GCG dalam lingkungan kerja Perseroan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelaksanaan tugas Komite Audit dilakukan sesuai dengan ketentuan POJK 55/POJK.04/2015 tentang “Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit”. Perseroan telah memperpanjang masa jabatan anggota Komite Audit hingga tanggal 15 Maret 2024.

Komposisi Komite Audit

Per 31 Desember 2019, Komite Audit Perseroan terdiri dari 3 (tiga) orang yang terdiri dari 1 (satu) ketua dan 2 (dua) anggota. Komposisi Komite Audit dapat adalah sebagai berikut:

Warga Negara Indonesia. Beliau meraih Doctorate of Philosophy in Telecommunication Engineering pada tahun 1982 dan Master of Science degree in Telecommunication Engineering with a Minor in Business Management dari University of Wisconsin, Madison, USA pada tahun 1978. Selain itu beliau meraih gelar Master in Telecommunication dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1976 dan Sarjana Teknik Elektro jurusan Telekomunikasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada tahun 1971.

Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2015. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bisnis media penyiaran dan TV berlangganan. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama, Senior Executive dan anggota Dewan Direksi PT Surya Citra Televisi (1989-2003), Komisaris (2004-2007) dan Direktur (2009-2014) di PT Media Nusantara Citra Tbk, Direktur Utama PT Nusantara Vision (2007-2008), Komisaris PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (2009- 2013), Komisaris PT MNC Sky Vision Tbk (2009-2012), and Direktur Utama PT Media Citra Indostar (2007-2013).

Saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris Utama di PT MNC Kabel Mediacom dan PT Infokom Elektrindo.
 
Warga negara Indonesia. Saat ini berdomisili di Jakarta. Kardinal Alamsyah Karim memperoleh gelar Master in Management dari Asian Institute of Management, Manila, Filipina (1980).

Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit, Ketua Komite Pemantau Risiko, dan Anggota Komite Tata Kelola PT MNC Investama Tbk dan Anggota Komite Audit PT Surya Semesta Internusa Tbk. Sebelumnya beliau juga menduduki beberapa posisi penting, antara lain: Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk (2010-2019), Anggota Komite Audit di PT Nusa Raya Cipta Tbk (2013-2019), Komisaris di PT Hitachi Construction Machinery Finance Indonesia (2012-2015), Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit PT Global Mediacom Tbk (2006-2015), Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (2001-2014), Komisaris Independen PT Dynaplast Tbk (2001-2013), Komisaris Utama PT Hexindo Adiperkasa Tbk (2000-2010), dan Deputy Managing Partner, Kantor Akuntan Publik Prasetio , Utomo & Co. ( Arthur Andersen) (1970-1998).

Warga Negara Indonesia, lahir di Tanjung Batu pada tahun 1959. Beliau menjabat sebagai Komisaris Independen PT MNC Studios International Tbk sejak tanggal 27 Maret 2018, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, yang ditetapkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 38 tanggal 27 Maret 2018.

Saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur Pension Fund Investment di Danapera (2017-sekarang).

Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai SVP Finance & Accounting di PT Media Nusantara Citra Tbk (2014-2016), Direktur Keuangan di PT MNC Networks (2013-2014), dan Direktur Keuangan di PT Sun TV (iNews) (2009-2013).

Beliau memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 1988.

Pedoman Kerja Komite Audit

Perseroan telah menyusun Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) sebagai pedoman bagi Komite Audit dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara efisien dan efektif. Piagam tersebut telah dimutakhirkan dan disahkan terakhir kali oleh Dewan Komisaris tanggal 21 Maret 2019. Perseroan telah memperpanjang masa jabatan anggota Komite Audit hingga tanggal 15 Maret 2022. Pedoman Kerja tersebut mencakup struktur keanggotaan, persyaratan keanggotaan termasuk persyaratan kompetensi dan independensi, tugas, tanggung jawab dan wewenang, serta rapat, pelaporan dan anggaran.

Tugas dan Tanggung Jawab

Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain sebagai berikut:

  1. Melakukan penelahaan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan.
  2. Melakukan penelahaan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
  3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan atas jasa yang diberikannya.
  4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan imbalan jasa.
  5. Melakukan penelahaan atas pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal.
  6. Melakukan penelahaan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris.
  7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
  8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Perseroan.
  9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

Wewenang

  1. Mengakses dokumen, data dan informasi Perseroan tentang karyawan, dana, aset dan sumber daya perusahaan yang diperlukan.
  2. Berkomunikasi langsung dengan karyawan termasuk Direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko, dan akuntan terkait tugas dan tanggungjawab Komite Audit.
  3. Melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan tugasnya (jika diperlukan).
  4. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.