21 Dec 2020, 23:47 WIB

MNC Vision (IPTV) Berpotensi Raup Dana Rp857,18 Miliar dari Private Placement

Bisnis.com, JAKARTA -Entitas Grup MNC milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Vision Network Tbk., siap menggelar aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada 30 Desember 2020. Perseroan berpotensi meraup dana Rp857,28 miliar dari aksi korporasi ini.

Pengumuman hasil pelaksanaan aksi private placement dilaksanakan pada 5 Januari 2020. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (21/12/2020), emiten berkode saham IPTV itu telah mengantongi restu pemegang saham untuk menerbitkan saham sebanyak 2,85 miliar dengan harga nominal saham sebesar Rp100 per saham.

Adapun, hal itu disepakati pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang telah diselenggarakan pada 7 Agustus dan 23 September 2020. “Private Placement akan dilaksanakan pada harga pelaksanaan Rp300 per saham,” tulis Manajemen MNC Vision Network, dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (21/12/2020).

Dengan demikian, perseroan berpotensi mendapat dana segar hingga Rp857,18 miliar. Sebelumnya, Manajemen menyebut, dana yang akan diterima perseroan dari pelaksanaan penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu akan digunakan untuk pelunasan utang dan meningkatkan struktur permodalan.

Hal itu dipandang perlu untuk mendukung pertumbuhan jumlah pelanggan yang berkelanjutan. Secara rinci, 60 persen akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang pinjaman PT MNC Kabel Mediacom (MKM) yang diperoleh pada 10 Juli 2014 dan 17 November 2017 terkait proyek jaringan serat optim di Indonesia yang berasal dari china Development Bank.

Sekitar 20 persen dana untuk pelunasan sebagian utang pinjaman PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) yang diperoleh pada 2019 berasal dari Investment Opportunities V Pte. Limited, sedangkan sisanya digunakan modal kerja MKM dan PT MNC OTT Network MOTT dan tidak terbatas pada bisnis Internet Protokol TV dan layanan digital streaming (OTT).

Selain itu, aksi private placement juga akan meningkatkan jumlah saham beredar sehingga likuiditas perdagangan saham meningkat.

Dengan adanya jumlah saham baru yang dikeluarkan,  pemegang saham akan mengalami efek dilusi kepemilikan sebesar 6,36 persen, jumlah yang dinilai manajemen relatif kecil. Per 31 Agustus 2020, pemilik saham IPTV adalah PT Global Mediacom Tbk. (66,83 persen), dan masyarakat (33,17 persen).

Di lantai bursa, saham IPTV pada perdagangan Senin (21/12/2020) hingga pukul 14.12 WIB berada di posisi Rp296, stagnan daripada perdagangan sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan 2020, saham telah terkoreksi hingga 41,39 persen.

Sumber:bisnis.com

RECENTS
ARCHIVE